Breaking News

Friday, November 9, 2012

Model Pembelajaran Matematika : Pengembangan Kreativitas Anak dengan Metode Kombinasi 'Make and apply'

Print or PDF



Pada dasarnya metode ini merupakan suatu gabungan antara metode penugasan dan diskusi untuk meningkatkan kreatifitas siswa. Tentu setiap metode yang di gunakan guru ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Demikian juga dengan metode ini. 

Kekurangan:

  1. Membutuhkan biaya lebih untuk siswa dalam membuat tugas dan keterampilan tangan tersebut
  2. Bisa jadi, untuk para siswa membutuhkan waktu lebih lama dalam pengerjaannya

Sifat: Diskusi, Penugasan, Penggunaan Alat Peraga, Persentasi 

Manfaat:

  1. Mengurangi ketegangan dalam proses belajar mengajar
  2. Menghindari kejenuhan dan kebosanan siswa dengan materi matematika
  3. Meningkatkan kreatifitas dan kerja sama siswa

Tujuan:

  1. Menghindari kejenuhan para siswa dalam belajar matematika di kelas
  2. Meningkatkan kerja sama antara siswa dengan diskusi dan keterampilan
  3. Memanfaatkan imaginasi dan daya nalar untuk menciptakan suatu karya
  4. Memancing kreatifitas anak dalam diskusi dan keterampilan
  5. Menemukan dan menerapkan ilmu matematika ke dalam bentuk karya keterampilan siswa
  6. Agar siswa dapat belajar mengasah keterampilan dan memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk di jadikan suatu karya.
  7. Memanfaatkan benda/ barang-barang bekas untuk di olah/ di daur ulang lagi untuk di jadikan alat peraga. 

Alokasi Waktu: 2 x Pertemuan

Tempat: Metode ini dapat di gunakan di dalam maupun di luar ruangan. 

Sasaran: Metode ini dapat di gunakan untuk semua kalangan pelajar, dari SD - SMA 

Ketersediaan Fasilitas: Menggunakan Bahan-bahan bekas yang dapat di daur ulang lagi

Konsep: Menerapkan Matematika Pada Kerajinan Ketrampilan tangan dan imaginasi, Menjaga Lingkungan

Model Pembelajaran: 

  1. Siswa membentuk suatu kelompok sekitar 2 – 3 org, jangan terlalu banyak dalam suatu kelompok, karena hal ini cenderung menimbulkan dominansi antara siswa. 
  2. Guru membawa satu benda bekas yang dapat di kreasikan/ di olah lagi oleh para siswa, guru bisa menggunakan bahan-bahan bekas yang dapat di daur ulang lagi, sebagai contoh : botol bekas, plastik bekas, karton bekas, kain bekas, dll yang di gunakan sebagai bahan dasarnya, para siswa di pebolehkan untuk menambah bahan atau untuk melengkapi hasil karya mereka.
  3. Beri tugas untuk mendaur ulang/ memanfaatkan bahan-bahan bekas tersebut, setelah siswa di kelompokkan.
  4. Siswa membuat suatu keterampilan tangan dari bahan bekas tersebut sesuai keinginan mereka, kemudian siswa mencari manfaat matematika pada hasil karya mereka. 
  5. Jangan lupa, setelah itu para siswa membuat laporan untuk didiskusikan dan dipersentasikan. 
  6. Guru menilai hasil dan diskusi/ persentasi per kelompok.


Selamat mencoba semoga bermanfaat :)


SaLam SeManGat
FNU

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...