Breaking News

Wednesday, December 5, 2012

Surat Tentang Mimpi Istikharahku

Print or PDF
Tentang mimpi istikharahku, dulu aku bertanya pada Tuhanku. Apa yang membuat hidupku sulit? Apa yang membuat aku terseret dalam masalah yang pajang? Apa yang membuatku terjepit pada kecelakaan itu? Lalu aku meminta pada Tuhanku, apa yang harus kulakukan, kumohon berilah aku pentunjukMu ya Allah? Tak lama setelah itu allah memberiku sebuah mimpi, dimana aku melihat seseorang (yang kini adalah mantan). Tentu aku berpikir panjang, kenapa setelah ku meminta dan memohon petunjuk justru mantan yang ia kirim dalam mimpiku, dan aku bermimpi hingga 3x. Aku semakin yakin, ada maksud dalam mimpi itu. Lama aku termenung, kemudian aku mengakui jalan yang kutempuh memanglah salah. Allah memperingatkanku dengan segala uji coba, selama itu aku memang terus memaksakan sebuah perjalanan panjang dengan orang yang memang tak pernah di restui oleh kedua orang tuaku. Jalan untuk medapatkan restu itu telah kucoba, namun kenapa allah masih terus menguji ku dengan ‘masalah bertambah masalah’, namun tetap saja restu itu tak dapat ku genggam, kemudian aku ingat kalimat dari ibuku karena pertengkaranku dengannya ‘jangan melawan orang tua, karena restu kami ridlo tuhanmu, allahu ya robby’ 

Meski sulit, perlahan aku mulai menyadari, tak pantas aku membohongi orang tuaku, tak sepantasnya aku melawan orangtuaku, orang yang pertama kali mengadzani dan menyusuiku. Berpikir aku dalam renungan tiap aku bersua dengan Tuhanku, mereka (orang tuaku) memiliki pandagan yang lebih luas dan lebih indah untukku, mereka tak merestui (aku dan mantan) bukan tak inginkan bahagiaku. Saat masa-masa sulit itu aku memang berpikir ingin menyudahi hubungan terlarang itu. Namun entah bagaimana caranya. Tiap detik aku terus memikirkannya. 

Selanjutnya, dalam sholat istikharahku, aku memohon padaNYA lagi ‘ya allah dzat yang Maha Tahu, jika restu itu memang syaratMU untukku bahagia, jika memang semua kesulitan ini, adalah peringatanMU, namun kenapa Engkau masih menyulitkanku ketika kucoba mendapatkan restu orangtuaku? Kenapa Engkau tak memberiku jalan lebih lapang meski ku memintanya berkali-kali padaMU ya robb? Lalu apa sebenarnya maksudMU ya allah?apakah Engkau ingin aku mengakhirinya, seperti keingingan orangtuaku, ya allah berilah aku pentukMU lagi, agar kesulitan ini dapat aku lalui’ 

Keesokan hari kepala dan ragaku seakan tak mampu lagi membendungnya, aku mulai memberanikan diri menemui dan bertanya pada orangtuaku. ‘apa yang salah darinya (mantan), hingga kalian begitu tak mau memberikan restu kalian? Apa keinginan kalian (orangtuaku)?’ dengan suara lembut namun tegas mereka menjawab ‘boleh dengan laki-laki manapun asal jangan dia, untuk alasannya kamu akan menyadarinya sendiri nanti’ 

Rasanya sulit menerima kalimat itu, namun itulah jawaban mereka. Semua masalah menjadi satu di waktu yang bersamaan. Perlahan aku menjauhi karena orangtuaku, di tengah-tengah keputus asaanku, diantara kerapuhanku akan semua masalah yang menghimpitku, aku terdiam lama, 'aku seperti seseorang yang hidup namun mati, aku menjalani segala sesuatu tanpa harapan. aku mulai tertawa dalam tangis, ‘innama’al’usri yusron’ hanya itu yang kugenggam saat itu. 

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, aku masih saja diam dalam kemunafikan. Aku seolah tegar namun sungguh saat itu aku benar-benar rapuh. Tiba saatnya allah menjawab dan menolongku, Ia kirimkan sosoknya untukku. Aku mulai dapat tersenyum dan tertawa. Perlahan masalah demi masalah terselesaikan, semangatku mulai kembali. Lalu kuberanikan diri membawanya ke orangtuaku, meski hubunganku dengannya masih tergolong belum jelas. Subhanallah! Benar sekali, orangtuaku langsung memberiku restu, tanpa banyak permintaan. Kemudian masalah besar mulai menjadi hal kecil di mataku, dan aku mampu melewatinya. 

Di sepertiga malam ku komunikasikan pada Tuhanku, ‘ya allah inikah yang Engkau mau? restu orangtuaku adalah syaratMU untukku? Jika benar, kumohon jagalah hati kami untuk restu dan RidloMu karena aku percaya ada rencanaMU untuk semua ini’ 

Terimakasih untuk Tuhanku dan untuknya, tanpa ia sadari aku terus berterimakasih padanya. Dialah kiriman Tuhan untukku, aku yakin dan selalu yakin ‘pasti ada rencana untuk kami, dipertemukan saat-saat keputusasaanku, dipertemukan saat masalah terbesar dalam hidupku selama ini, di pertemukan saat ketidakberdayaan, dipertemukan saat  AKU MEMBUTUHKANNYA.’
littlenote for you :Saat itu aku ingin bilang “Tuhan mengirimmu agar aku menghentikan kebohonganku pada orang tuaku tentang cinta terlarang dengan mantan, Tuhan mengirimmu untuk membantuku meyelesaikan masalah demi masalah yang membuatku putus asa, kamu adalah jawaban dari doaku. Kamu menggapai tanganku untuk kuat dan berjuang, dan pada akhirnya terimakasihku karnamulah aku bisa sampai seperti ini, aku bahagia bisa bertemu denganmu”.
Kumohon tetaplah bersanding denganku, seperti dulu, tak pernah aku bermaksud mengingat atau mengenang masa lalu,  dalam hati aku sungguh bersyukur akan kehadiranmu, kumohon janganlah memaknai ceritaku tempo hari dengan prasangka yang bisa melukaimu, itu sungguh bukan maksudku.
Kumohon kembalilah tersenyum dan menggandeng tanganku menuju persandingan itu. Percayalah ini hanya kesalahpahaman kita. Aku menunggumu ... masih menunggumu ... disini dalam ketidakberdayaanku ... 






FNU 
yang merindukan’persandingan’ itu

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...